01 April 2013
Keripik singkong rasa gadung

Keripik Gadung, Cita Rasa Kedungbulus

                                Fakta umum, rasa keripik yang sering kita temui di pasaran tak jauh dari rasa pedas, keju, dan tak jarang pula kita lihat keripik gurih yang hanya diberi bumbu penyedap rasa saja. Mungkin bagi kebanyakan orang, utamanya para penikmat jajanan ringan, jelas hal tersebut sangatlah monoton. Mereka membutuhkan sesuatu yang baru, sesuatu yang membuat mereka excited untuk mencobanya dan dapat memuaskan hasrat kulinernya.

                        Nah, kali ini ada satu jenis keripik lokal dari Desa Kedungbulus yang belum diketahui oleh banyak orang. Namanya keripik "SINGKONG rasa GADUNG". Rasanya gurih, tapi juga ada rasa yang sangat unik yang membuat keripik singkong gadung beda daripada yang lain. Cara membuatnya, pertama setelah diiris tipis-tipis lalu dikukus. Setelah itu ditiriskan, lalu dijemur. Setelah kering, barulah digoreng. Pemberian bumbu dilakukan sebelum dikukus. Bumbu Rahasia. Terakhir, lakukan proses pengemasan. Home industry yang ada di Desa Kedungbulus ini dikembangkan oleh pasangan suami istri, Bapak Dasikin dan Ibu Sarijem. Mereka member nama jual keripik tersebut “Keripik Singkong Rasa Gadung NGUDI LESTARI”.

                        Pemasarannya belum begitu luas. Baru mencakup lingkungan desa dan kecamatan saja. Namun jika pemasarannya menggunakan trik marketing yang tepat dan efektif, bukanlah suatu hal yang mustahil keripik tersebut dapat merambah ke wilayah yang lebih luas jangkauannya. Apalagi dengan harga yang relatif terjangkau, Rp 3.500,00/bungkus.

...

No Statistik Jumlah Laki-laki Perempuan
1 PETANI/PERKEBUNAN 246 132 114
2 WIRASWASTA 192 125 67
3 PELAJAR/MAHASISWA 161 83 78
4 BELUM/TIDAK BEKERJA 160 86 74
5 MENGURUS RUMAH TANGGA 99 - 99
6 KARYAWAN SWASTA 81 54 27
7 PERDAGANGAN 21 10 11
8 GURU 14 3 11
9 PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) 13 5 8
10 PERANGKAT DESA 12 9 3
11 BURUH HARIAN LEPAS 9 7 2
12 PENSIUNAN 5 2 3
13 BURUH TANI/PERKEBUNAN 4 2 2
14 TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) 1 1 -
15 KEPOLISIAN RI (POLRI) 1 1 -
16 SOPIR 1 1 -
17 WAKIL WALIKOTA - - -
18 ANGGOTA DPRD PROVINSI - - -
19 ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA - - -
20 DOSEN - - -
21 PENGACARA - - -
22 WALIKOTA - - -
23 WAKIL BUPATI - - -
24 BUPATI - - -
25 WAKIL GUBERNUR - - -
26 GUBERNUR - - -
27 DUTA BESAR - - -
28 ANGGOTA KABINET KEMENTERIAN - - -
29 ANGGOTA MAHKAMAH KONSTITUSI - - -
30 WAKIL PRESIDEN - - -
31 PRESIDEN - - -
32 NOTARIS - - -
33 ARSITEK - - -
34 BIARAWATI - - -
35 KEPALA DESA - - -
36 PEDAGANG - - -
37 PARANORMAL - - -
38 PIALANG - - -
39 PENELITI - - -
40 PELAUT - - -
41 PENYIAR RADIO - - -
42 PENYIAR TELEVISI - - -
43 PSIKIATER/PSIKOLOG - - -
44 APOTEKER - - -
45 PERAWAT - - -
46 BIDAN - - -
47 DOKTER - - -
48 KONSULTAN - - -
49 AKUNTAN - - -
50 PILOT - - -
51 ANGGOTA BPK - - -
52 TUKANG JAHIT - - -
53 TUKANG LAS/PANDAI BESI - - -
54 TUKANG SOL SEPATU - - -
55 TUKANG KAYU - - -
56 TUKANG BATU - - -
57 TUKANG LISTRIK - - -
58 TUKANG CUKUR - - -
59 PEMBANTU RUMAH TANGGA - - -
60 BURUH PETERNAKAN - - -
61 BURUH NELAYAN/PERIKANAN - - -
62 KARYAWAN HONORER - - -
63 KARYAWAN BUMD - - -
64 KARYAWAN BUMN - - -
65 TRANSPORTASI - - -
66 KONSTRUKSI - - -
67 INDUSTRI - - -
68 NELAYAN/PERIKANAN - - -
69 TUKANG GIGI - - -
70 PENATA RIAS - - -
71 ANGGOTA DPD - - -
72 ANGGOTA DPR-RI - - -
73 PROMOTOR ACARA - - -
74 JURU MASAK - - -
75 USTADZ/MUBALIGH - - -
76 WARTAWAN - - -
77 PASTOR - - -
78 PENDETA - - -
79 IMAM MASJID - - -
80 PENTERJEMAH - - -
81 PERANCANG BUSANA - - -
82 PARAJI - - -
83 TABIB - - -
84 SENIMAN - - -
85 MEKANIK - - -
86 PENATA RAMBUT - - -
87 PENATA BUSANA - - -
88 PETERNAK - - -